Skenario di Balik rasa Iba
Rasa iba atau kasihan adalah anugrah Alloh SWT untuk manusia sebagai salah satu perangkat sosial kemanusian dalam hubungan antar makluk ciptaan Alloh. Dalam kehidupan sehari hari banyak momen kehidupan di dunia yang bisa menimbulkan rasa iba, seperti musibah yang menimpa masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam atau kehidupan yang serba kurang yang menimpa komunitas yang miskin, atau mungkin dalam aktifitas sehari-hari ketika kita melakukan kegiatan rutin berangkat kerja, sekolah atau yang lainnya sering menjumpai penyandang tunawisma, gelandangan, Orgil atau mungkin juga pengemis, nah....mengenai pengemis ini adalah salah satu fenonema yang sangat familiar di kehidupam nyata yang dapat kita saksikan sehari-hari di tengah-tengah kehidupan kita,.....tahukah anda bahwa ada sekelompok jaringan kejahatan terorganisir yang menggunakan ikon "Pengemis" sebagai modus operasi kejahatahn yang terselubung?...mungkin ada pertanyaan apa iya ada pengemis yang mengelola organisasi kejahatan kayak gangster atau mafia misalnya, tentu sangat mungkin ada karena di Indonesia misalnya kelompok kejahatan sering memanfaatkan satu sisi ke tidak waspadaan sebagian masyarakat kita terhadap modus kejahatan yang mengahalalkan segala cara salah satu cara nya misalnya memanfaatkan perasaan simpati ataupun rasa iba masyarakat manakala menyaksikan kesulitan yang menimpa orang, rasa iba sering timbul manakala kita menyaksikan pengemis berwajah kusut dengan pakaian lusuh sudah tua pula, tertatih tatih di jalanan sambil menyodorkan tangan untuk meminta uang misalnya, ternyata di benak para penjahat teroganisir menggunakan "Rasa Iba" ini sebagai salah satu skenario dalam melaksanakan kejahatannya yaitu dengan menggunakan oknum-oknum yang bersedia ber akting sebegai "Pengemis Gadungan" untuk menyedot rasa iba masyarakat di sekitarnya untuk bersinpati memberikan sesuatu, sebagai contoh kita sering timbul rasa iba ketika ada seorang ibu menggendong bayi terlunta-lunta di jalanan dengan pakaian lusuh sehingga ada saja masyarakat yang bersimpati,... mungkin kita tidak pernah menduga bahwa bayi yang di gendong tersebut ternyata bukanlah anaknya tetapi di dapat dari hasil menyewa atau mungkin hasil dari penculikan modus seperti ini sudah banyak di ketahui sebagian masyarakat sehingga kadang kita kesulitan menduga apakah pengemis tersebut layak untuk diberi atau mnugkin di beri peringatan untuk tidak melakukan hal tersebut.























0 komentar:
Posting Komentar